Langsung ke konten utama

Farida.. Renungkan!

Hari ini Jumat 21 Juni 2024, aku berangkat ke kampus dari rumah jam 08.30 naik motor terburu-buru.

Sampai kampus, di gedung dosen lantai 3, begitu menginjak tangga terakhir, terlihat ada dua mahasiswa yang sudah menungguku untuk meminta TTD lembar pengesahan sidang skripsi, Mas Rifa'i dan Mas Dedi. Kasihan melihat mereka sudah menunggu, maka aku sempatkan untuk TTD sebentar.

Jam sudah menunjukkan pukul 08.50, aku berjalan di koridor gedung utara menuju ke ruang rapat lantai 3 dengan langkah yang sangat cepat, karena ada undangan rapat jam 09.00. Jangan sampai terlambat pikirku.


Kini aku merenung..

Sebegitu takutnya kah aku terlambat menghadiri rapat..?? rapat atas undangan manusia, kutekankan sekali lagi, atas undangan manusia.


Sedangkan sholatku..??

Kenapa aku tidak tergesa-gesa untuk wudhu sebelum adzan berkumandang. Jelas undangan sholat sudah ada di HP, aplikasi jadwal sholat sudah terinstal, bisa menampilkan detail jam sampai menitnya juga, terpampang jelas, kapan masuk waktu sholat.

Tapi kenapa aku tidak tergesa-gesa..?

Kenapa..??

Padahal ini undangan Sang Pemilik Alam Semesta. Allah Subhanahu Wata'ala.


Istighfar Farida..

Dan,

Berubah!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada hati yang harus aku jaga..

  Ada yang bertanya padaku, kenapa kok aku ndak pernah pasang status yang jelas, misal tentang kehidupan sehari-hari, mesti video konyol atau kucing. Cukup simpel jawabku; aku sangat takut jika aku pasang foto makanan, ternyata orang yang melihat sedang kesusahan perekonomiannya bahkan untuk makan sehari-hari, jika aku pasang foto jalan-jalan, ternyata orang yang melihat sedang berjuang bahkan hanya untuk melanjutkan hidup, boro-boro seneng-seneng jalan-jalan. Atau foto-foto yang menurut orang itu foto sederhana saja, tapi mungkin tidak sesederhana itu bagi orang lain yang kita tidak tau, apa yang sedang dialami orang-orang di dalam kontak HP kita. Mungkin juga.. ada orang yang bahkan berjuang untuk tetap hidup.  Ada hati yang harus aku jaga, ada jiwa yang harus aku support untuk tetap stabil. Itulah orang-orang yang ada di kontak HP ku khususnya, dan orang yang tidak aku kenal pada umumnya. Awalnya seseorang akan merasa hidupnya baik-baik saja, sampai dia melihat status orang...

Hukum Moore, Metcalfe, Coase

1.       Hukum Moore Hukum Moore adalah hukum yang menjelaskan tingkat pertumbuhan kecepatan mikroprosesor, hukum ini diperkenalkan oleh Gordon E. Moore salah satu pendiri Intel. Gordon E. Moore menyatakan bahwa pertumbuhan   pemakaian transistor pada keping IC meningkat secara eksponensial dua kali lipat setiap tahun. Jumlah transistor diketahui berbanding lurus dengan kecepatan processor, apabila semakin banyak transistor dalam sebuah processor, maka semakin tinggi pula kecepatan processor tersebut dan semakin banyak transistor, dan itu membuat semakin besar pula kemampuan menjalankan instruksi paralel dalam setiap detik. Secara tidak langsung, Hukum Moore menjadi umpan balik untuk mengendalikan laju peningkatan jumlah transistor pada keping IC. Implikasi dari hukum Moore ini pada sumber daya IT antara lain usia produk elektronik semakin pendek, selang beberapa waktu saja banyak produk keluar dengan tipe-tipe dan spek-spek terbaru, produk canggi...

"THIS TOO, SHALL PASS"

Ibuku memberikan sesuatu padaku kemaren, sebuah nasihat.. Saya tau, beliau tidak secara langsung mengatakannya dihadapan saya, karena jauhnya jarak kita - Surabaya dan Yogyakarta. Percakapan tersebut terjadi hanya sebatas percakapan dalam sebuah aplikasi chatting online . Tetap saja itu sangat berarti untuk saya.. Mungkin itulah yang disebut dengan ikatan batin antara ibuk dan anak. Saya tidak pernah memahami, bagaimana ibuk bisa tau saya sedang dalam kondisi "ada sesuatu yang sedang terjadi" saat ini. Sesuatu yang saya pikirkan berulang kali, merasa ingin memutar waktu, ingin kembali ke masa itu, ingin merubah apa yang telah terjadi, but that's impossible.. Sejauh apapun saya berusaha menjauhi dan melupakan hal tersebut, namun.. waktu, tempat, suasana bahkan kata-kata mengiang selalu di telinga, dipikiran, dipengelihatan. Ini sungguh rumit, sungguh melelahkan.. Saya ingin keluar dari hal ini segera. Itulah yang saya rasakan sekarang. Itulah selalu yang di...