IT STRATEGIC PLANNING
Strategi perencanaan
TI adalah suatu dokumen yang menjelaskan dan menjabarkan strategi-strategi yang
mendukung visi dan misi perusahaan dari segi teknologi informasi serta memiliki
prinsip-prinsip utama sebagai acuan dalam penerapannya untuk mendukung
keputusan dalam proses bisnis jangka panjang. Tujuan dan proses perencanaan IT adalah untuk merumuskan
arah proses bisnis kedepan dan berusaha untuk selalu berkembang lebih baik.
Output yang diinginkan dari proses
perencanaan IT adalah untuk memberikan suatu dokumen yang penting, yang secara
garis besar terdapat visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, program dan
kegiatan yang realitas dengan mengantisipasi perkembangan masa depan yang berguna
bagi semua orang.
Sebagai contoh kasus, dokumen dari "RENCANA STRATEGIS TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI 2011-1015".
Dalam dokumen itu disebutkan bahwa permasalahan utama yang dihadapi oleh KemenXYZ saat ini adalah masalah data yang kurang dapat dihandalkan, tersebar, sulit pengaksesannya dan kurang akurat. Tidak terselesaikannya masalah ini akan mengurangi kemampuan KemenXYZ dalam pengambilan keputusan. Selain itu, masalah ini juga mengurangi kemampuan kolaborasi dan koordinasi antara eselon I. Isu lainnya yang ingin diselesaikan adalah masalah efisiensi sumber daya TIK, termasuk pula di dalamnya mengenai anggaran dan keahlian.
Visi Unit TIK KemenXYZ yaitu menjadi unit TIK KemenXYZ berstandar internasional yang secara proaktif melayani kebutuhan seluruh satuan kerja dan menjadi champion pemanfaatan TIK dalam menjalankan kebijakan Kementerian XYZ, sedangkan Misi TIK yaitu:
1. Mendukung
kepentingan pengambilan keputusan.
2. Mendukung
integrasi, kolaborasi dan kerja antar eselon I Kementerian XYZ.
Proses
Penyusunan cetak biru TIK dilakukan isu-isu dari tahap assessment teridentifikasi.
Pengembangan dilakukan secara iteratif sampai akhir masa pekerjaan. Tim konsultan
mempertimbangkan banyak aspek, sepertii visi pimpinan KemenXYZ, strategi &
sasaran KemenXYZ, peraturan perundangan yang ada (termasuk KMK), best practice
dan tentunya hasil assessment. Draf cetak biru TIK secara berkala didiskusikan
dengan jajaran pimpinan TIK KemenXYZ, jajaran project management office dan
perwakilan dari setiap eselon I secara berkala (2 mingguan) maupun secara
khusus.
Prinsip-prinsip
Utama Sistem & Teknologi Informasi
•
Seluruh data dalam lingkungan Kementerian XYZ adalah milik Kementerian XYZ
kecuali ditentukan berbeda oleh peraturan perundangan.
•
Eselon I yang menghasilkan data/ mengolah data spesifik disebut data producer
yang berperan pula sebagai data steward (pengasuh data).
•
Data di-share, bukan dipertukarkan.
•
Data dikelola dengan prinsip TRUST (compleTe, Reliable, Up to date, Secure,
accuraTe).
•
Re-use atau common use untuk meminimalkan dan menghindari duplikasi data dan
proses TI.
•
Arsitektur sistem harus adaptif dalam merespon perubahan peraturan perundangan
dan lingkungan bisnis yang dinamis.
•
Setiap subsistem dalam arsitektur system informasi/ teknologi informasi
KemenXYZ harus bisa diintegrasikan
dengan subsistem lain yang diperlukan.
•
Pengembangan arsitektur sistem informasi berorientasi pada layanan/service.
•
Pengembangan arsitektur sistem harus scalable, serviceable, managable dan
menjamin ketersediaan layanan.
•
Sistem yang ada harus dapat diaudit
Strategi
Implementasi Partisipatif- Koordinatif dipilih dan diaplikasikan sebagai
strategi yang dianggap bisa membarikan kemajuan. Inti strategi ini adalah
berusaha menggalang kebersamaan dalam merumuskan dan membangun kemampuan TIK
Kementerian XYZ yang diinginkan, dibawah koordinasi Komite Pengarah TIK (IT
Steering Committee) KemenXYZ. Di samping strategi di atas, ada beberapa rekomendasi
lainnya:
1.
Menyegerakan penunjukkan Chief Information Office sesuai amanat KMK
2.
Membentuk unit TIK KemenXYZ setingkat eselon I (badan).
Masalah
utama yang ingin diselesaikan di sini adalah masalah data yang kurang dapat dihandalkan,
tersebar, sulit pengaksesannya dan kurang akurat. Oleh karena itu, diusulkan
suatu strategi dan arsitektur sistem informasi yang bisa menghasilkan informasi
yang memenuhi kaidah TRUST (compleTe, Reliable, Up to date, Secure, accuraTe
atau lengkap). Secara umum, masalah di atas dipecahkan dengan adanya integrated
information systems dengan konsep sharing data, bukan pertukaran data. Pada
gilirannya, informasi yang sesuai kaidah TRUST tersebut dapat dijadikan dasar
untuk pengambilan keputusan dan pelaksanaan fungsi KemenXYZ dengan lebih baik
lagi. Isu lainnya yang ingin diselesaikan adalah masalah efisiensi sumber daya
(termasuk anggaran), sehingga memunculkan solusi consolidated information
technology (IT) dan integrated information systems (IS). Masih terkait dengan
masalah efisiensi sumber daya, kebijakan untuk menerapkan centralized IS/IT management
juga bisa menjadi solusi permasalahan tersebut.
Isu tentang IT Worker yah.. :)
BalasHapustp sebenarnya IT Worker bukan pekerjaan yang mudah Lho...
Tp, pandangan saya.. IT Worker tetep keren. :)