Langsung ke konten utama

Ibuk, maaf..

#SelfMusing #PelajaranHidup

Berada di kereta Sritanjung perjalanan ke Surabaya.. 2-14E
Duduk sendiri di kursi samping jendela. Ku lihat jam tangan melingkar di tangan kiriku, jarum jam menunjukkan pukul 07.00wib. Kereta mulai berjalan.
Ku amati ke arah luar jendela, mentari pagi.. dan Jogja berkabut.
Ku lihat sekitar ku.. Lengah.. tak banyak penumpang", mungkin karena bukan waktunya liburan" pikirku. Kursi di sejajarku tampak kosong semua.
.
Sampai di Klaten ada seorang ibu datang dan duduk di kursi 13A. Sejajar, namun seberangku..
Ku amati dia, tengah sibuk mencari HP yg berdering dr tasnya. Entah dia bercakap² dengan siapa, dia duduk membelakangi ku. Ku lihat dia mengusap matanya dengan tissue, "menangiskah dia..?" tanyaku dalam hati.
Setelah dia berbalik arah ternyata - iya..
Aku tak tau ekspresi apa yg harus ku tampakkan padanya. Saat mata kami bertemu, kupastikan ekspresi ku sedang dalam kondisi datar tetapi bingung, karena aku merasakan hal itu di wajahku. Sungguh aku tak tega melihatnya..
.
Ku amati arah luar jendela, ada gadis muda berhijab merah marun sedang tlp, tapi dia terus saja menatap jendela tempat ku bersandar.
Lalu ku dengar suara samar² dr HP ibu yg duduk di seberangku ini, "sepertinya mimik wajah dr gadis di luar saat berbicara menggunakan HP nya, sama dengan suara yg ku dengar dr HP ibu ini", pikirku.
.
Berarti..
"Gadis hijab merah marun yg sedang tlp berada di pagar luar stasiun itu mungkin anaknya", dugaku.
Ku panggil sang ibu, "bu itu putrinya di sana". Ibu tersebut datang ke kursi ku dan melihat anaknya di luar pagar, mereka masih terhubung dalam percakapan di HP. Sang ibu masih meneteskan air mata berulangkali, disapunya menggunakan tissue. Hingga kereta berangkat..
.
Akhirnya..
Sang ibu bercerita, dia mengunjungi anaknya tersebut yg kuliah di Klaten jurusan Kebidanan. Dia sedang skripsi sekarang. Dia sudah jauh dr anaknya sejak SMP, karena selalu sekolah di luar kota, hingga kini kuliah. Rumah mereka Banyuwangi.
Sang ibu merasa selalu rindu pada anaknya yg tidak pernah bersama.
Menurutnya 4 hari di Klaten sepertinya sangat singkat. Sang ibu ingin anaknya pulang, tetapi anaknya mengatakan ingin S2.
Sang ibu bercerita dengan air mata menetes tak henti, ku beranikan diri menepuk pundaknya, menenangkannya.
Mereka 4 bersaudara, 2 meninggal, tinggal sang bungsu tersebut dan masnya yg sudah tinggal di Bali bersama keluarganya.
"Aku kesepian mbak, dan kangen, mosok ket biyen gak tau kumpul" dengan air mata dan logat Jawa Timur nya, sang ibu mengutarakannya padaku.
.
Sepanjang ibu tersebut bercerita.
Ku ingat diriku sendiri..
Tatapan ku kosong..
Otakku berpikir..
Sama..
Saangat sama..
Akupun tak pernah bersama ibuku sejak lulus SD.
Pun beberapa kali ibu memintaku untuk pulang.
"Seperti ini juga kah ibuku..??" tanyaku dalam hati.
And i don't know what to do.. 😞

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELANDA dan AIR

BELANDA dan AIR Tema : Air Sesuatu yang dirasa tidak mungkin, ternyata dapat dilakukan dan benar-benar dibuktikan oleh Belanda. Bagaimana tidak? Pada tanggal 1 Januari 1986 Belanda memproklamirkan provinsi baru, yaitu Flevoland sebagai provinsi ke-12, dengan luas area 2.412,30 km 2 (5,8% dari total luas wilayah Belanda) yang terdiri dari 1,419 km 2 daratan dan 993 km 2 perairan. Provinsi tersebut tidak hadir serta merta dari wilayah yang sudah terbentang atau mengambil wilayah negara tetangga, yaitu Germany and Belgium, melainkan lahir dari proses reklamasi tanah di Zuiderzee. S atu abad lalu, Flevoland hanyalah sepetak air di Zuiderzee . Belanda dikenal sebagai negara yang memiliki topografi dataran rendah dan negara yang melakukan reklamasi tanah yang disebut polder. Sebagian wilayah Belanda merupakan hasil polder di bawah permukaan air laut, hal ini dimaksudkan untuk memperluas wilayah daratan. Selain itu, terdapat tanggul yang dibangun guna mengantisipasi b...

Farida.. Renungkan!

Hari ini Jumat 21 Juni 2024, aku berangkat ke kampus dari rumah jam 08.30 naik motor terburu-buru. Sampai kampus, di gedung dosen lantai 3, begitu menginjak tangga terakhir, terlihat ada dua mahasiswa yang sudah menungguku untuk meminta TTD lembar pengesahan sidang skripsi, Mas Rifa'i dan Mas Dedi. Kasihan melihat mereka sudah menunggu, maka aku sempatkan untuk TTD sebentar. Jam sudah menunjukkan pukul 08.50, aku berjalan di koridor gedung utara menuju ke ruang rapat lantai 3 dengan langkah yang sangat cepat, karena ada undangan rapat jam 09.00. Jangan sampai terlambat pikirku. Kini aku merenung.. Sebegitu takutnya kah aku terlambat menghadiri rapat..?? rapat atas undangan manusia, kutekankan sekali lagi, atas undangan manusia . Sedangkan sholatku..?? Kenapa aku tidak tergesa-gesa untuk wudhu sebelum adzan berkumandang. Jelas undangan sholat sudah ada di HP, aplikasi jadwal sholat sudah terinstal, bisa menampilkan detail jam sampai menitnya juga, terpampang jelas, kapan masuk waktu...

IT Paradox

IT Paradoks Manfaat yang diperoleh oleh teknologi informasi tidak terlihat karena adanya kerugian di area lain seperti halnya dilanggarnya privasi. Perubahan cara hidup terhadap dunia digital ini telah mengubah cara pandang seseorang dalam menjalani kehidupan yang sangat canggih saat ini. Sebuah teknologi yang membuat perubahan besar kepada seluruh dunia, dari mulai membantu mempermudah segala urusan sampai membuat masalah karena kurangnya mengerti tata cara dan aturan untuk   penggunaan fasilitas teknologi yang semakin canggih ini , ataupun yang sudah mengerti tata cara dan aturan penggunaan teknologi tersebut namun melanggarnya .  Canggihnya teknologi yang selalu berubah setiap saat membuat perubahan besar terhadap dunia, lahirnya berbagai macam teknologi yang semakin maju telah banyak bermunculan. Berbagai kalangan telah dimudahkan dalam mengakses suatu informasi melalui banyak cara, serta dapat menikmati fasilitas dari teknologi dengan bebas dan terkendali. ...